MANUSELANEWS.COM

Sekda Malteng: Pendidikan adalah Investasi Masa Depan, Renstra Harus Berani Melompat Tanpa Batas

DAERAH

2/5/20261 min baca

MASOHI, MANUSELANEWS.COM. – Mewakili Bupati Maluku Tengah, Sekretaris Daerah Rakib Sahubawa menegaskan bahwa penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tengah Tahun 2025–2029 bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan momentum penting untuk menentukan arah masa depan daerah.

Hal tersebut disampaikan Sekda saat membuka kegiatan Konsultasi Publik Renstra Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kamis (5/2/2026), di Hotel Lelemuku.

Menurutnya, forum ini memiliki peran strategis karena pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan wajah Maluku Tengah lima hingga dua puluh tahun ke depan.

“Ini bukan sekadar forum formalitas. Forum ini sangat strategis karena dari sinilah arah pembangunan Maluku Tengah melalui pendidikan dan kebudayaan ditentukan. Pendidikan adalah investasi masa depan,” tegas Rakib.

Ia menekankan bahwa dokumen Renstra tidak boleh disusun secara biasa-biasa saja. Penyusunannya harus berbasis kolaborasi, partisipasi, dan pendampingan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian serta lembaga inovasi, sehingga menghasilkan dokumen yang benar-benar berkualitas dan aplikatif.

Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, tantangan pendidikan juga semakin kompleks. Mulai dari dinamika teknologi, persaingan global, hingga pembentukan karakter generasi muda.

Karena itu, kata Rakib, Renstra harus menjadi dokumen hidup yang mampu menjadi penuntun arah kebijakan, bukan sekadar arsip atau tumpukan kertas.

“Kita tidak bisa lagi berpikir di dalam kotak. Bahkan kalau perlu, tanpa kotak. Kita harus berani melakukan lompatan-lompatan besar untuk menghadapi tantangan zaman,” ujarnya, memotivasi peserta.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kebudayaan bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga sumber nilai dan kekuatan untuk membangun masa depan. Pendidikan dan kebudayaan harus berjalan beriringan untuk membentuk sumber daya manusia yang cerdas, berkarakter, sekaligus berakar pada kearifan lokal.

Melalui forum tersebut, Bupati Maluku Tengah mengajak seluruh peserta untuk berani menyampaikan gagasan kritis dan konstruktif, serta tidak ragu memberikan masukan demi perbaikan bersama.

“Yang baik itu bukan yang menyenangkan semua orang, tetapi yang mampu menjawab kebutuhan zaman dan generasi yang akan datang,” tutupnya.

Konsultasi publik ini diharapkan melahirkan rumusan kebijakan pendidikan yang inovatif, adaptif, dan berpihak pada masa depan anak-anak Maluku Tengah. (MN-01).