MANUSELANEWS.COM

Pendidikan Malteng Tembus Kategori Tuntas Muda

PENDIDIKAN

3/15/20262 min baca

MASOHI, MANUSELANEWS.COM. – Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Di bawah kepemimpinan Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir, dunia pendidikan di daerah ini mencatatkan capaian penting dengan berhasil menembus kategori “Tuntas Muda” dalam Rapor Pendidikan Tahun 2025.

Bupati Zulkarnain Awat Amir menegaskan bahwa pembangunan pendidikan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Maluku Tengah.

“Pendidikan adalah investasi masa depan daerah. Pemerintah daerah akan terus mendorong peningkatan mutu pendidikan, pemerataan akses belajar, serta penguatan kualitas guru dan pembelajaran di seluruh wilayah Maluku Tengah,” tegasnya. Sabtu (14/3). 

Capaian tersebut menjadi catatan sejarah baru bagi Kabupaten Maluku Tengah. Untuk pertama kalinya daerah ini berhasil masuk dalam kategori Tuntas Muda yang menunjukkan peningkatan kualitas layanan pendidikan.

Berdasarkan rilis hasil Asesmen Nasional dan Rapor Pendidikan Tahun 2025 yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Kabupaten Maluku Tengah mencapai angka 64,22, sehingga masuk dalam kategori Tuntas Muda.

Capaian ini juga menempatkan Maluku Tengah di posisi kedua tertinggi di Provinsi Maluku setelah Kota Ambon.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tengah, Husen Mukadar, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan pendidikan di daerah.

“Ini merupakan capaian yang patut kita syukuri. Untuk pertama kalinya Maluku Tengah masuk kategori Tuntas Muda dalam indeks SPM pendidikan. Artinya layanan pendidikan kita semakin kuat dan menunjukkan tren yang sangat positif,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa Rapor Pendidikan tidak hanya dipandang sebagai angka semata, tetapi menjadi bahan refleksi untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

Pada indikator literasi peserta didik, Maluku Tengah menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Nilainya mencapai 50,45 persen dengan kategori sedang, meningkat 1,09 poin dibandingkan tahun 2024 yang berada pada angka 49,36 persen.

Sementara itu pada kemampuan numerasi, capaian berada pada angka 42,78 persen dengan kategori sedang, namun mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut menjadikan peningkatan numerasi sebagai salah satu fokus utama pembenahan pembelajaran di sekolah ke depan.

“Kita melihat literasi terus membaik, tetapi numerasi harus menjadi perhatian serius. Ke depan kita akan memperkuat pembelajaran yang mendorong kemampuan berpikir logis dan pemecahan masalah siswa,” jelas Husen.

Rapor Pendidikan juga menunjukkan kondisi pembelajaran di Maluku Tengah semakin kondusif. Indikator kualitas pembelajaran mencapai 62,57 persen dengan kategori baik, yang menunjukkan interaksi antara guru, peserta didik, dan materi pembelajaran berlangsung cukup efektif.

Sementara itu, iklim keamanan satuan pendidikan berada pada angka 70,89 persen dengan kategori baik, menandakan lingkungan sekolah relatif aman dan nyaman bagi peserta didik.

Pada aspek iklim kebinekaan, capaian berada pada 64,01 persen dengan kategori baik, meskipun mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan indikator iklim inklusivitas pendidikan meningkat menjadi 56,6 persen, atau naik 2,31 poin dibandingkan tahun 2024.

Dari sisi akses pendidikan, Maluku Tengah juga menunjukkan perkembangan positif. Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia 7–15 tahun mencapai 99,25 persen, yang berarti hampir seluruh anak usia sekolah dasar dan menengah pertama telah mengakses pendidikan.

Sementara itu APS usia 5–6 tahun mencapai 86,24 persen, dan APS usia 16–18 tahun mencapai 83,33 persen, yang juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk terus bekerja sama dalam meningkatkan mutu pendidikan.

“Ini baru langkah awal. Dengan kerja sama dan komitmen semua pihak, kami optimistis kualitas pendidikan di Kabupaten Maluku Tengah akan terus meningkat dan memberikan manfaat bagi generasi masa depan daerah,” pungkas Husen Mukadar.