Menanamkan Nilai Demokrasi Sejak Dini, Bawaslu Maluku Tengah Kunjungi SMKN 1 Masohi
DAERAH


MASOHI, MANUSELANEWS.COM. – Upaya membangun generasi muda yang sadar demokrasi terus dilakukan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Maluku Tengah.
Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan konsolidasi demokrasi bersama para pelajar di SMKN 1 Maluku Tengah pada Selasa (10/03/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Maluku Tengah bersama para Kepala Sub Bagian serta staf sekretariat. Kehadiran mereka bukan sekadar memberikan materi, tetapi juga membuka ruang dialog bersama para pelajar mengenai pentingnya memahami demokrasi sejak usia muda.
Di tengah dinamika kehidupan sosial dan perkembangan informasi yang begitu cepat, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penonton dalam proses demokrasi, tetapi juga mampu menjadi bagian yang aktif dan bertanggung jawab di dalamnya.
Melalui kegiatan ini, para pelajar diajak memahami bahwa demokrasi bukan hanya tentang memilih pemimpin saat pemilu, tetapi juga tentang kesadaran untuk berpikir kritis, menghargai perbedaan, serta berani menyuarakan kebenaran dengan cara yang bijak.
Selain meningkatkan kesadaran politik, sosialisasi ini juga bertujuan melatih kemampuan analitis para pelajar. Mereka didorong untuk mampu memilah informasi, berpikir kritis terhadap berbagai isu, serta memahami pentingnya mengambil keputusan secara rasional dan bertanggung jawab.
Nilai-nilai integritas juga menjadi pesan utama dalam kegiatan tersebut. Kejujuran, tanggung jawab, dan komitmen terhadap kebenaran ditanamkan sebagai fondasi penting dalam kehidupan berdemokrasi.
Para pelajar pun diajak menyadari bahwa masa depan demokrasi sangat bergantung pada generasi muda hari ini. Dengan pemahaman yang baik, mereka diharapkan tumbuh menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas ketika kelak memiliki hak pilih.
Melalui kegiatan ini, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Maluku Tengah berharap lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan tanggung jawab terhadap kehidupan demokrasi di masyarakat.
Karena pada akhirnya, demokrasi yang sehat tidak hanya dibangun oleh lembaga dan aturan, tetapi juga oleh generasi muda yang berani berpikir, bersikap jujur, dan berkomitmen menjaga nilai-nilai kebenaran di tengah kehidupan bermasyarakat. (MN-01).

