MANUSELANEWS.COM

Melalap Rumah Pedagang Bubur di Namelo, Warga Bergerak Cepat Bantu Korban

Deskripsi blog

2/10/20261 min baca

MASOHI, MANUSELANEWS.COM. – Api Musibah kebakaran menimpa sebuah rumah kontrakan di RT 08 Perumahan Pemda, Kecamatan Kota Masohi, Kelurahan Namelo, Selasa (10/02/2026) sekitar pukul 13.40 WIT.

Di balik kepulan asap dan kobaran api, tersimpan kisah perjuangan seorang ibu pencari nafkah yang harus kehilangan tempat tinggal sekaligus sumber penghidupannya dalam sekejap.

Rumah tersebut dihuni Siti Maimuna, seorang pedagang bubur pagi yang sehari-hari menggantungkan hidup dari jualan kecilnya. Siang itu, ia tengah menyiapkan dagangan seperti biasa — mengukus tahu dan memasak ayam di dapur — ketika musibah datang tanpa peringatan.

Kompor yang digunakan tiba-tiba terjatuh dan api dengan cepat menyambar bahan-bahan mudah terbakar di sekitarnya.

Peristiwa berlangsung begitu cepat.

Siti sempat berupaya memadamkan api dengan air dari bak mandi. Namun kobaran api terlanjur membesar dan tak lagi bisa dikendalikan. Dalam kepanikan, ia hanya bisa menyelamatkan diri tanpa sempat membawa barang-barang berharga.

“Api cepat sekali membesar, beta su siram air tapi seng bisa mati. Semua barang di dalam ludes terbakar,” tuturnya dengan suara bergetar, menahan haru.

Rumah milik Rasid Pattimura yang dikontrakkan kepada Ramla Lamea itu pun hangus tak tersisa.

Perabotan rumah tangga, pakaian, hingga perlengkapan usaha jualan bubur yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi keluarga ikut dilalap api.

Melihat kejadian tersebut, warga sekitar tanpa ragu berlarian membantu. Dengan ember, gayung, dan alat seadanya, mereka bahu-membahu memadamkan api sambil menunggu mobil pemadam kebakaran tiba. Semangat gotong royong tampak nyata di tengah kepanikan.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun kerugian materi diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Kini, Siti harus memulai kembali dari nol.

Meski kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian, dukungan warga sekitar menjadi secercah harapan di tengah musibah.

Masyarakat berharap ada perhatian dan bantuan dari pihak terkait agar korban bisa segera bangkit dan kembali menjalani hidupnya. (MN-01).