Konfercab II NU Maluku Tengah: Meneguhkan Moderasi, Merawat Harmoni, Menguatkan Sinergi untuk Umat
DAERAH


MASOHI, MANUSELANEWS.COM. – Konferensi Cabang (Konfercab) II Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Maluku Tengah Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk meneguhkan nilai-nilai moderasi dan memperkuat harmoni di tengah masyarakat yang majemuk.
Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, dalam sambutannya menekankan bahwa prinsip tawassuth (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), dan i’tidal (adil) yang menjadi ruh perjuangan NU sangat relevan dalam menjaga kerukunan di Maluku Tengah.
“Nilai-nilai ini bukan hanya menjadi pedoman organisasi, tetapi juga fondasi penting dalam merawat persaudaraan dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat kita,” ungkap Zulkarnain. Sabtu (14/2/2026).
Atas nama Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, ia menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran NU yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah. Peran NU dinilai bukan sekadar sebagai organisasi keagamaan, tetapi sebagai kekuatan moral dan sosial yang konsisten menjaga ukhuwah, memperkuat nilai-nilai keislaman yang moderat, serta merawat persatuan dan kerukunan.
“NU bukan hanya organisasi keagamaan, tetapi juga kekuatan moral yang memiliki peran besar dalam perjalanan bangsa,” tegasnya.
Konfercab II ini, lanjutnya, bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum strategis untuk melakukan evaluasi, konsolidasi, serta merumuskan langkah perjuangan ke depan. Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, kata Zulkarnain, terbuka untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dengan NU dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, sosial keagamaan, pemberdayaan ekonomi umat, hingga penguatan karakter generasi muda.
Sebagai Wakil Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Zulkarnain juga mengingatkan bahwa tantangan zaman semakin kompleks. Perubahan sosial yang cepat, perkembangan teknologi, serta dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara menuntut organisasi keagamaan untuk tetap adaptif tanpa meninggalkan jati diri.
“Saya yakin, dengan pengalaman panjangnya, NU mampu menjadi penyejuk, perekat, sekaligus penggerak kemajuan umat,” tuturnya optimistis.
Melalui forum Konfercab II ini, Zulkarnain berharap akan lahir kepemimpinan yang amanah, program kerja yang responsif, serta gagasan-gagasan segar yang mampu menjawab tantangan zaman. Ia juga berharap keputusan-keputusan terbaik yang dihasilkan dapat semakin memperkuat kontribusi NU dalam pembangunan daerah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan PBNU, Pimpinan Rais Surya Maluku Tengah, Pimpinan Pengurus Wilayah NU Maluku, Pimpinan Cabang NU Maluku Tengah, Forkopimda, serta pimpinan OPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah.
Konfercab II ini menjadi penanda bahwa semangat kebersamaan dan nilai-nilai moderasi tetap hidup dan tumbuh di bumi Pamahanunusa—menjadi cahaya yang menerangi jalan pembangunan daerah yang rukun, adil, dan berkemajuan. (MN-01).

