MANUSELANEWS.COM

Komisi IV DPRD Maluku Tengah Terus Perjuangkan Nasib Atlet dan Cabor

DAERAH

2/11/20261 min baca

MASOHI, MANUSELANEWS.COM. – Semangat para insan olahraga di Kabupaten Maluku Tengah rupanya tak pernah surut, meski perhatian dan dukungan belum sepenuhnya mereka rasakan.

Hal itu terungkap dalam rapat dengar pendapat antara Komisi IV DPRD Maluku Tengah bersama enam hingga tujuh pimpinan cabang olahraga (cabor), yang datang menyampaikan aspirasi dan kegelisahan mereka secara langsung. Rabu (11/2/2026).

Ketua Komisi IV DPRD Maluku Tengah, Musriadin Labahawa, mengatakan pertemuan tersebut menjadi ruang curhat sekaligus harapan bagi para pelatih dan pengurus cabor yang selama ini tetap berjuang membina atlet di tengah berbagai keterbatasan.

“Mereka datang dengan semangat luar biasa. Ini bentuk kegelisahan, tapi juga bukti kecintaan mereka terhadap olahraga daerah. Mereka ingin segera diakomodir dan diajak duduk bersama oleh Dispora dan KONI,” ujar Musriadin.

Menurutnya, koordinasi menjadi hal paling mendesak. Sebagai lembaga yang menaungi pembinaan atlet, Dispora dan KONI dinilai perlu segera merangkul seluruh cabor untuk menyusun langkah bersama menghadapi agenda olahraga ke depan.

Apalagi, sebanyak 14 cabang olahraga telah bersiap melakukan pembinaan dan recovery atlet untuk menghadapi Porprov 2026.

Yang membuat haru, kata Musriadin, para atlet dan pengurus tetap bergerak meski minim dukungan anggaran.

“Bahkan ada yang ikut event tingkat provinsi sampai nasional dengan biaya sendiri. Ini luar biasa. Setelah meraih medali emas di Popmal pun, perhatian pemerintah daerah masih minim, tapi semangat mereka tidak padam,” ungkapnya.

Komisi IV pun menyesalkan belum adanya rapat evaluasi atau koordinasi resmi dari KONI secara kelembagaan sejak ajang Popmal lalu. Padahal, pembinaan atlet membutuhkan kesinambungan dan komunikasi yang intens.

Karena itu, pihaknya mendesak Dispora dan KONI Maluku Tengah untuk segera menggelar rapat koordinasi bersama seluruh cabor dalam waktu dekat.

“Kita tidak mau semangat mereka jalan sendiri. Pemerintah harus hadir. Atlet-atlet ini membawa nama daerah. Mereka layak diperhatikan, didukung, dan difasilitasi,” tegasnya.

Bagi Komisi IV, olahraga bukan sekadar kompetisi, melainkan soal harapan, kebanggaan daerah, dan masa depan generasi muda. Dengan sinergi semua pihak, Maluku Tengah diyakini mampu melahirkan prestasi-prestasi baru yang membanggakan.

Di tengah keterbatasan, para atlet sudah membuktikan satu hal: semangat juang mereka tak pernah berhenti. Kini, giliran pemerintah menunjukkan keberpihakan. (MN-01).