Kolaborasi Global, Pendidikan Maluku Tengah Naik Kelas
DAERAH


MASOHI, MANUSELANEWS.COM. – Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendorong transformasi pendidikan yang berorientasi pada peningkatan mutu dan pemerataan akses belajar.
Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, melalui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tengah, Husen Mukadar, menyampaikan bahwa pada 27 Januari 2026, Maluku Tengah akan menerima kunjungan strategis dari Kedutaan Besar Australia, perwakilan 10 kabupaten, serta unsur Kementerian Dalam Negeri.
Kunjungan tersebut akan dipusatkan di SD Negeri 202 Wai dan SD Negeri 216 Suli, dengan agenda utama melihat secara langsung implementasi berbagai program dan inovasi pendidikan yang telah dijalankan Dinas Pendidikan Maluku Tengah, khususnya dalam penguatan literasi, numerasi, dan karakter siswa pada jenjang Sekolah Dasar.
“Ini bukan sekadar kunjungan seremonial, tetapi bentuk kepercayaan dan pengakuan terhadap kerja bersama yang selama ini kami bangun di Maluku Tengah,” ujar Husen Mukadar, Selasa (12/1/2026).
Ia menegaskan bahwa tantangan pendidikan saat ini paling nyata berada di ruang-ruang kelas. Karena itu, peningkatan kompetensi guru menjadi fokus utama kebijakan pendidikan daerah.
“Guru yang kuat akan melahirkan pembelajaran yang berkualitas. Jika ditopang oleh kepala sekolah yang berintegritas dan visioner, maka sekolah akan tumbuh menjadi pusat pembelajaran yang inspiratif,” katanya.
Kunjungan tersebut juga akan dihadiri sejumlah mitra strategis nasional dan internasional, antara lain Bappeda Gorontalo, Kalimantan Utara, NTB, NTT, serta wilayah Papua Raya, Bappenas, Kementerian Dalam Negeri, Konsulat Jenderal Australia Makassar, Kedutaan Besar Australia, University of Melbourne, Australia Awards in Indonesia, dan Program INOVASI.
Dalam rangka pemerataan mutu pendidikan, Dinas Pendidikan Maluku Tengah pada tahun 2026 akan memfokuskan penguatan program di Kecamatan Salahutu, Leihitu Barat, dan wilayah Saparua. Program serupa sebelumnya telah dilaksanakan di sejumlah wilayah Pulau Seram, seperti Seram Timur, Telutih, Kota Masohi, Tehoru, Teluk Elpaputih, Seram Utara, hingga Seram Utara Timur Kobi, dan akan terus diperluas secara berkelanjutan.
Husen menegaskan bahwa setiap program pendidikan harus memiliki rencana tindak lanjut yang jelas, bukan berhenti pada kegiatan seremonial semata.
“Pendidikan adalah kerja panjang yang membutuhkan konsistensi, kolaborasi, dan keikhlasan. Kami ingin memastikan setiap anak di Maluku Tengah mendapatkan hak pendidikan yang bermutu dan berkeadilan,” pungkasnya.
Dengan dukungan kolaborasi lintas daerah dan internasional, Maluku Tengah terus melangkah mantap menuju masa depan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berdaya saing bagi generasi penerus bangsa. (MN-01).

