Ketua Bone Malteng Ajak Warga Bangun Kerukunan “Dekat Tanpa Sekat”
DAERAH


MASOHI, MANUSELANEWS.COM. – Ketua Bone Maluku Tengah, H. Rafiudin Tahir, SH., MH, mengajak seluruh warga masyarakat Bone untuk terus menjaga persatuan, kerukunan, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan dalam sambutannya pada acara pengukuhan dan rapat koordinasi (rakor) warga masyarakat Bone di Kabupaten Maluku Tengah. Sabtu (24/1/2026)
Dalam sambutannya, H. Rafiudin Tahir menegaskan prinsip hidup masyarakat Bone yang dikenal dengan falsafah “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”, sebagai bentuk penghormatan kepada daerah dan pemerintah setempat, khususnya kepada Bupati Maluku Tengah serta seluruh hadirin yang hadir.
Ia menyampaikan keyakinannya bahwa ke depan Bone Malteng akan terus berupaya bekerja dengan sekuat tenaga, sejalan dengan tema yang diusung, yakni “Kerukunan Orang Tua Masyarakat Murni: Dekat Tanpa Sekat.” Menurutnya, tema tersebut mengandung makna mendalam tentang kebersamaan tanpa batas, tanpa dusta, dan tanpa perpecahan.
“Dekat tanpa sekat artinya tidak ada dusta di antara kita. Dalam suka maupun duka, kita harus selalu bersama, bergandengan tangan, seiring dan seirama,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sikap saling menghormati, saling menghargai, dan saling memuliakan satu sama lain. Ia juga menyatakan kesiapan Bone Malteng untuk melayani, berkolaborasi, dan berinovasi dalam kebaikan, baik secara internal maupun bersama pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, H. Rafiudin Tahir mengibaratkan Bone Malteng sebagai perahu kecil yang berada dalam naungan perahu besar KKSS (Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan). Sebagaimana perahu yang berlayar di lautan, ia menyadari bahwa perjalanan ke depan tidak selalu tenang.
“Di laut pasti ada gelombang kecil, bahkan badai. Tapi saya berharap kita semua bersedia mengarungi lautan bersama-sama, membelah ombak, menghalau badai, demi membangun dan membantu Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menuju Maluku Tengah yang lebih baik,” katanya penuh semangat.
Pada kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan kembali pesan-pesan luhur para orang tua terdahulu, yang menekankan pentingnya kebersihan hati sebagai dasar perilaku yang baik.
“Orang tua kita berpesan, hati yang bersih akan melahirkan perbuatan yang baik,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa dalam kehidupan bermasyarakat, nilai saling memanusiakan dan saling mengingatkan harus terus dijaga. Menurutnya, masyarakat Bone lahir dari nilai-nilai religius yang kuat, sehingga semangat tersebut harus dipertahankan sebagai upaya memperbaiki diri dan memperkuat kebersamaan.
Acara pengukuhan dan rakor ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi, meneguhkan komitmen kebersamaan, serta memperkuat peran warga masyarakat Bone dalam mendukung pembangunan dan keharmonisan di Kabupaten Maluku Tengah. (MN-01).

