Kader Muda NU Serukan Bijak Bermedsos
DAERAH


MASOHI, MANUSELANEWS.COM. – Kader Muda Nahdlatul Ulama (NU), Iman Parman, mengajak masyarakat Maluku Tengah untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial menyusul beredarnya informasi hoaks yang menyebutkan Bupati Maluku Tengah meninggal dunia, Rabu (18/2/2026).
Iman menilai penyebaran kabar bohong tersebut tidak hanya melukai etika publik, tetapi juga mencederai marwah pejabat daerah sebagai pemimpin tertinggi di kabupaten. Ia menegaskan bahwa persoalan ini perlu disikapi secara serius agar tidak menjadi preseden buruk dalam ruang digital.
“Perbedaan pendapat dan kritik terhadap kebijakan pemerintah adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, menyebarkan berita bohong, apalagi menyangkut kabar duka yang tidak benar, adalah tindakan yang tidak bermoral dan sangat merugikan,” ujarnya.
Ia mendorong Polres Maluku Tengah untuk melakukan penyelidikan terhadap akun yang diduga menyebarkan informasi tersebut. Menurutnya, aparat penegak hukum perlu bertindak profesional dan adil, termasuk menertibkan akun-akun anonim atau palsu yang kerap memicu keresahan di tengah masyarakat.
Selain itu, Iman juga meminta Pemerintah Daerah, khususnya bagian hukum, mengambil langkah resmi dengan melaporkan persoalan tersebut agar ada efek jera dan kejadian serupa tidak terulang.
“Kritik itu penting sebagai bagian dari kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah daerah. Tapi sampaikan dengan cara yang baik, rasional, dan bertanggung jawab. Gunakan identitas yang jelas, jangan bersembunyi di balik akun palsu,” tegasnya.
Iman mengajak seluruh masyarakat Maluku Tengah menjadikan media sosial sebagai sarana edukasi, dialog, dan penyampaian aspirasi yang konstruktif. Ia meyakini ruang digital yang sehat akan berdampak positif bagi pembangunan dan keharmonisan daerah.
“Media sosial seharusnya menjadi alat mempererat persaudaraan dan membangun daerah, bukan menyebarkan fitnah dan kebencian. Mari kita jaga bersama ruang digital kita demi kebaikan Maluku Tengah,” pungkasnya. (MN-01).

