Hasan Alkatiri Dorong Langkah Nyata Serap Gabah Petani Maluku Tengah
PARLEMEN


MASOHI, MANUSELANEWS.COM. – Panen raya kali ini membawa harapan besar bagi para petani di Kabupaten Maluku Tengah. Namun di balik hasil yang melimpah, sempat muncul keresahan di tengah masyarakat akibat belum adanya kejelasan penyerapan gabah.
Hal ini disampaikan Anggota DPRD Maluku Tengah, Hasan Alkatiri, di Ruang kerjanya Senin (19/1/2026) yang sejak awal aktif membangun komunikasi lintas lembaga demi memastikan hasil panen petani tidak terbuang sia-sia.
“Sejak awal panen, masyarakat sudah mulai resah. Tapi melalui komunikasi Ketua DPR dengan Bulog, saya juga menjalin koordinasi ke staf khusus Menteri Pertanian hingga Bappenas. Alhamdulillah, sekarang sudah ada kejelasan,” ujar Hasan.
Menurutnya, DPRD tidak boleh berhenti pada komunikasi semata, melainkan harus mendorong langkah-langkah konkret. Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dari Bulog, penyerapan gabah sudah dilakukan di tiga titik, termasuk di wilayah Maluku Tengah. Meski demikian, tantangan ke depan masih besar.
Panen kali ini tercatat jauh lebih baik dibanding panen raya sebelumnya. Jika sebelumnya hasil panen tertinggi hanya mencapai sekitar 5 ton per hektare, kini beberapa lahan petani mampu menghasilkan hingga 8 ton per hektare. Capaian ini, kata Hasan, patut diapresiasi oleh pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi.
“Kalau gabah petani terserap dengan baik oleh Bulog, uangnya berputar, maka itu menjadi modal bagi mereka untuk menanam kembali. Ini yang menumbuhkan semangat baru bagi petani kita,” ungkapnya dengan penuh harap.
Hasan juga menyoroti persoalan keterbatasan musim panen yang dihadapi Maluku Tengah.
Dalam sidang Paripurna, ia secara tegas meminta pemerintah daerah menyusun langkah strategis agar potensi pertanian bisa dikelola secara maksimal. Ia menilai, dukungan besar dari pemerintah pusat melalui pemerintah provinsi harus dibagi secara adil dan proporsional.
“Pemerintah provinsi mendapatkan bantuan besar, terutama alat dan mesin pertanian (alsintan), melalui komunikasi Gubernur dengan Menteri. Saya berharap minimal setengahnya bisa disalurkan ke Kabupaten Maluku Tengah, karena luas lahan kita jauh lebih besar dibanding Namlea maupun Seram Bagian Barat,” tegas Hasan.
Bagi Hasan Alkatiri, keberhasilan pertanian bukan hanya soal angka produksi, tetapi juga tentang menjaga harapan dan kesejahteraan petani. Ia berharap kolaborasi antara DPRD, pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat terus diperkuat agar Maluku Tengah benar-benar menjadi lumbung pangan yang membanggakan.
“Kalau petani sejahtera, daerah akan kuat. Dan itu tanggung jawab kita bersama,” tutupnya. (MN-01).

