MANUSELANEWS.COM

Enam Satker Malteng Lolos Tahap III Zona Integritas, Kakan Kemenag Tekankan Kolaborasi

DAERAH

1/20/20262 min baca

MASOHI, MANUSELANEWS.COM. – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tengah, Abd. Gani Wael, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian enam satuan kerja asal Maluku Tengah yang berhasil lolos ke tahapan 6 tahap III penilaian zona integritas, Selasa (20/1/2026).

Capaian tersebut dinilai istimewa karena seluruh madrasah negeri yang lolos dalam kategori Madrasah Negeri se-Provinsi Maluku berasal dari Kabupaten Maluku Tengah.

“Kolaborasi itu sangat penting. Saya memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya karena seluruh madrasah negeri yang lolos pada tahapan ini semuanya berasal dari Maluku Tengah. Ini bukan capaian biasa dan patut kita syukuri bersama,” ujar Abd. Gani Wael.

Ia menjelaskan, dari total sembilan satuan kerja yang dinyatakan lolos di tingkat Provinsi Maluku, enam di antaranya berasal dari Maluku Tengah. Keenam satuan kerja tersebut terdiri dari tiga Madrasah Aliyah Negeri (MAN), dua Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN), serta satu satuan kerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tengah. Sementara tiga satuan kerja lainnya masing-masing berasal dari Kabupaten Seram Bagian Barat, Kabupaten Maluku Tenggara, dan Kota Tual.

“Biasanya satuan kerja yang lolos tersebar di beberapa daerah seperti Maluku Tengah, Tual, Maluku Tenggara, dan Seram Bagian Barat. Namun khusus untuk madrasah negeri, semuanya dari Maluku Tengah. Ini menunjukkan kerja keras, kekompakan, dan kesungguhan teman-teman di madrasah,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tengah telah membentuk tim khusus untuk melakukan pendampingan intensif, baik secara internal maupun langsung ke madrasah-madrasah yang lolos. Pendampingan difokuskan pada penguatan dan penyempurnaan indikator penilaian sebagai persiapan menghadapi tahapan penilaian berikutnya.

Pendampingan tersebut terutama diarahkan kepada Madrasah Tsanawiyah Negeri dan Madrasah Aliyah Negeri agar mampu mempertahankan bahkan meningkatkan capaian yang telah diraih.

Abd. Gani Wael menegaskan, seluruh upaya yang dilakukan tidak semata-mata untuk mengejar penilaian atau prestasi administratif, melainkan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan.

“Kita tidak hanya bekerja untuk penilaian. Yang paling penting adalah bagaimana pelayanan itu benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar berbagai inovasi pelayanan yang telah dilakukan tidak hanya diketahui secara internal, tetapi juga disampaikan secara luas kepada publik. Menurutnya, keterbukaan informasi dan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk media, menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat.

“Kalau bisa, jangan cukup kita sendiri yang tahu bahwa pelayanan kita sudah baik. Kita perlu berinovasi agar masyarakat juga tahu. Karena itu, sinergi dengan jurnalis lokal, nasional, serta media kehumasan sangat penting dan selama ini sudah berjalan dengan sangat baik,” ujarnya.

Dalam konteks percepatan dan pemerataan layanan, Abd. Gani Wael menekankan pentingnya digitalisasi. Ia menyebut, Kementerian Agama Republik Indonesia telah memberikan arahan tegas agar seluruh layanan dikembangkan berbasis digital dan terintegrasi melalui sistem pelayanan satu pintu.

“Digitalisasi adalah sarana terbaik untuk memberikan pelayanan yang cepat dan dekat. Dengan sistem pelayanan satu pintu, masyarakat di Ambon, di kecamatan, bahkan di wilayah yang jauh, cukup mengakses satu kanal resmi untuk mendapatkan seluruh informasi tentang layanan Kementerian Agama Maluku Tengah,” jelasnya.

Ia berharap semangat kolaborasi, keterbukaan informasi, serta inovasi berbasis digital ini terus dijaga dan diperkuat ke depan. Dengan demikian, Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tengah tidak hanya berprestasi dalam penilaian, tetapi juga semakin dirasakan kehadirannya oleh masyarakat sebagai institusi pelayanan publik yang humanis, responsif, dan terpercaya. (MN-01).