Bupati Cup Jadi Jembatan Mimpi Atlet Pencak Silat Maluku Tengah Menuju Level Provinsi dan Nasional
DAERAH


MASOHI, MANUSELANEWS.COM. – Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah memastikan kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup tetap digelar sebagai agenda tahunan.
Namun bagi para atlet muda, ajang ini bukan sekadar pertandingan memperebutkan medali. Lebih dari itu, Bupati Cup menjadi ruang tumbuh, tempat mimpi-mimpi mereka ditempa menuju panggung yang lebih tinggi, dari provinsi hingga nasional.
Di atas matras, setiap tendangan, tangkisan, dan tetes keringat menyimpan harapan. Harapan untuk mengharumkan nama daerah, membanggakan keluarga, sekaligus membuktikan hasil latihan panjang yang dijalani dengan disiplin.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Maluku Tengah, Sukru S.Sos, M.Si, menegaskan bahwa Bupati Cup merupakan bagian penting dari sistem pembinaan atlet jangka panjang yang disiapkan pemerintah daerah.
“Bupati Cup bukan sekadar kompetisi, tetapi bagian dari sistem pembinaan atlet. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung atlet hingga ke tingkat provinsi dan nasional,” ujar Sukri di Masohi, Selasa (3/2/2026).
Menurutnya, setiap keringat yang jatuh di arena pertandingan adalah investasi bagi masa depan olahraga Maluku Tengah. Karena itu, pemerintah ingin memastikan para atlet tidak berjuang sendirian, melainkan mendapat dukungan penuh dari semua pihak.
Komitmen tersebut diwujudkan secara nyata. Pada tahun 2026, para juara Bupati Maluku Tengah Cup I akan direkomendasikan untuk mewakili daerah pada Pekan Olahraga Pelajar Maluku (POPMAL) Provinsi Maluku 2026. Kesempatan ini menjadi pintu emas bagi atlet pelajar untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.
Bagi mereka, ini bukan semata tentang podium kemenangan, tetapi tentang kebanggaan membawa nama Maluku Tengah di dada.
Proses rekomendasi akan difinalkan melalui Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Maluku Tengah berdasarkan hasil turnamen yang objektif dan transparan.
“Ketua IPSI akan merekomendasikan atlet juara Bupati Cup untuk mewakili Maluku Tengah di POPMAL pada cabang pencak silat,” jelas Sukru.
Ia juga mengajak seluruh perguruan silat untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama. Sebab, pembinaan atlet bukan tugas satu pihak saja, melainkan hasil gotong royong antara pelatih, perguruan, dan pemerintah.
“Kami mengimbau seluruh perguruan yang atletnya meraih juara untuk mempersiapkan atlet sebaik mungkin. Pemerintah daerah siap memberikan dukungan penuh agar mereka tampil maksimal di POPMAL,” katanya.
Dengan semangat kebersamaan itu, Bupati Cup diharapkan menjadi lebih dari sekadar kejuaraan tahunan. Ajang ini dinilai sebagai jembatan harapan, tempat lahirnya generasi pesilat Maluku Tengah yang tangguh, berprestasi, dan siap mengharumkan nama daerah di berbagai tingkat kompetisi.
Di sinilah mimpi-mimpi besar itu bermula — dari gelanggang sederhana, menuju prestasi yang membanggakan. (MN-01).

