Ambon Tangani 61 Ribu Ton Sampah Sepanjang 2025
DAERAH


AMBON, MANUSELANEWS.COM. – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mencatat capaian signifikan dalam pengelolaan lingkungan sepanjang tahun 2025. Sebanyak 61.913 ton sampah berhasil ditangani secara terpadu, menjadi indikator meningkatnya keseriusan pemerintah kota dalam mewujudkan Ambon yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena menegaskan bahwa pengelolaan sampah merupakan prioritas utama Pemkot karena berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.
“Persoalan sampah bukan semata soal kebersihan, tetapi menyangkut kesehatan dan masa depan lingkungan. Capaian penanganan lebih dari 61 ribu ton sampah ini adalah hasil kerja bersama, didukung infrastruktur yang memadai dan partisipasi masyarakat,” ujar Wattimena, Minggu (4/1/2026).
Untuk mendukung capaian tersebut, Pemkot Ambon melakukan sejumlah langkah strategis, mulai dari penguatan infrastruktur hingga pembenahan sistem pengelolaan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Salah satu inovasi yang diterapkan adalah pemasangan trash boom di sejumlah sungai dan kawasan pesisir. Fasilitas ini berfungsi menahan sampah agar tidak terbawa arus ke laut maupun masuk ke kawasan permukiman.
“Trash boom membantu menangkap sampah sebelum mencemari laut dan lingkungan pesisir,” jelas Wattimena.
Selain itu, Pemkot Ambon juga membangun 19 Tempat Pembuangan Sampah (TPS) higienis yang tersebar di berbagai kecamatan. TPS ini dirancang sesuai standar kesehatan, dilengkapi sistem pengelolaan limbah cair, serta mampu meminimalkan bau dan risiko penyakit.
“Dengan TPS higienis, masyarakat memiliki akses yang lebih layak untuk membuang sampah. Ini sekaligus mendorong perubahan perilaku agar tidak membuang sampah sembarangan,” tambahnya.
Dari sisi operasional, Pemkot Ambon memperkuat kapasitas angkut sampah melalui penambahan armada pengangkut. Langkah ini membuat proses pengambilan sampah dari TPS ke TPA menjadi lebih terjadwal dan efisien, sehingga mengurangi penumpukan.
Terobosan lainnya adalah peralihan sistem pengelolaan TPA dari open dumping ke controlled landfill. Sistem ini dinilai lebih ramah lingkungan karena dilengkapi lapisan kedap air, pengolahan limbah cair, serta pengelolaan gas metana.
“Controlled landfill mengurangi risiko pencemaran tanah, air, dan udara. Ke depan, gas metana dari TPA juga berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif,” ungkap Wattimena.
Guna memastikan keberlanjutan program, Pemkot Ambon terus menggencarkan edukasi dan sosialisasi 3R (Reduce, Reuse, Recycle) kepada masyarakat. Sejumlah kelompok warga dan sekolah telah dilibatkan dalam pengelolaan sampah daur ulang yang menghasilkan produk bernilai ekonomi.
Memasuki tahun 2026, Pemkot Ambon menargetkan penanganan lebih dari 65 ribu ton sampah, sekaligus memperluas pembangunan TPS higienis di wilayah yang belum terlayani.
“Kami juga akan menjajaki kerja sama dengan pihak swasta untuk pengembangan industri daur ulang dan penerapan teknologi pengolahan sampah yang lebih maju,” pungkas Wattimena. (*/MN-02).

